NON-STOP.ID | Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegur Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu usai serangan udara yang menghantam wilayah Qatar dengan dalih menarget pemimpin Hamas. Teguran itu disampaikan langsung melalui sambungan telepon dan menjadi sorotan diplomatik dunia.
Baca Juga : Israel Gempur Enam Negara Arab dalam Tiga Hari, Timur Tengah Memanas
Trump menilai langkah Israel menyerang Qatar adalah tindakan “tidak bijak” karena dilakukan tanpa koordinasi matang dengan Washington. Menurut sumber Gedung Putih, Trump baru mendapat laporan detail serangan setelah rudal dilepaskan. “Saya tegaskan, hal seperti ini tidak boleh diulang kembali,” kata Trump sebagaimana dikutip media internasional.
Qatar Kecewa, Diplomasi Amerika Terancam
Pemerintah Qatar mengecam keras serangan Israel yang dianggap melanggar kedaulatan negara dan mencederai kepercayaan diplomatik. Doha menyebut tindakan itu sebagai “pengkhianatan diplomatik” yang berpotensi memicu instabilitas baru di kawasan Teluk.
Pengamat menilai langkah sepihak Israel berisiko melemahkan posisi Amerika Serikat di mata negara-negara Teluk. AS yang selama ini berperan sebagai mediator dalam konflik Israel-Hamas, kini dinilai gagal mengendalikan sekutunya sendiri.
Israel Bertahan dengan Alasan Keamanan
Di sisi lain, Netanyahu tetap mempertahankan sikapnya. Ia menyatakan serangan ke Qatar dilakukan pada “momen terbatas” demi kepentingan keamanan nasional Israel. “Selama Hamas tetap bercokol di Qatar, mereka akan selalu menjadi target,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Israel tidak menutup kemungkinan melakukan operasi militer serupa, meskipun mendapat teguran langsung dari sekutu terdekatnya.
Baca Juga : Prabowo Bertolak ke Doha, Temui Emir Qatar Bahas Serangan Israel ke Ibu Kota
Dampak Geopolitik Regional
Insiden ini memunculkan kekhawatiran baru di Timur Tengah. Negara-negara Teluk disebut akan menuntut pertanggungjawaban jika wilayahnya kembali diganggu. Selain itu, ketegangan diplomatik antara Washington dan Tel Aviv berpotensi membuka ruang tarik-menarik kepentingan, khususnya dalam upaya mengendalikan Hamas.
Teguran Trump menandai adanya keretakan komunikasi strategis antara AS dan Israel. Dunia kini menunggu apakah Netanyahu akan mengindahkan peringatan tersebut atau tetap menjalankan strategi militer sepihaknya di kawasan yang sudah lama bergolak.(nsid/dy)













