Indonesia Sambut Deklarasi New York PBB, Tegaskan Dukungan Penuh untuk Palestina

Indonesia Sambut Deklarasi New York PBB, Tegaskan Dukungan Penuh untuk Palestina
Foto : Gedung Kementerian Luar Negeri Ri.(detik)

NON-STOP.ID | Jakarta – Pemerintah Indonesia menyambut positif keputusan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang pada Jumat (12/9/2025) mengesahkan Deklarasi New York terkait penyelesaian damai isu Palestina dan penerapan solusi dua negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menegaskan bahwa Indonesia senantiasa konsisten mendukung setiap inisiatif global yang memperkuat pengakuan internasional atas Palestina.

“Pengakuan dunia sangat penting agar Palestina memiliki kedudukan setara dalam proses perdamaian,” ujar Nabyl dalam pernyataan resmi, Senin (15/9).

Ia menambahkan, Indonesia akan terus memperluas koordinasi dengan negara sahabat maupun organisasi internasional untuk mendorong status kenegaraan Palestina serta mendesak gencatan senjata segera di Gaza.

Baca Juga : 10 Negara Tolak Palestina Merdeka, Ada Negara Tetangga Indonesia

Sikap Tegas Indonesia di OKI

Nabyl mengingatkan bahwa dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 25 Agustus lalu, Indonesia bersama negara-negara Islam sepakat menolak rencana Israel melakukan pendudukan permanen dan menganeksasi Gaza.

Selain itu, Indonesia tetap berkomitmen memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza, termasuk tawaran mengevakuasi pasien yang membutuhkan perawatan darurat sesuai permintaan WHO.

Dukungan 142 Negara, 10 Menolak, 12 Abstain

Deklarasi New York didukung oleh 142 negara, sementara 10 negara menolak (Amerika Serikat, Israel, Hungaria, Nauru, Argentina, Paraguay, Mikronesia, Palau, Papua Nugini, Tonga) dan 12 negara abstain (Albania, Kamerun, Ekuador, Kongo, Ethiopia, Fiji, Guatemala, Moldova, Makedonia Utara, Samoa, Sudan Selatan, Republik Ceko).

Isi deklarasi meliputi peta jalan komprehensif untuk perdamaian Palestina:

Gencatan senjata permanen di Gaza

Pembebasan seluruh sandera

Penarikan penuh pasukan Israel

Pembentukan Misi Stabilisasi PBB guna melindungi warga sipil, memperkuat aparat keamanan Palestina, dan menjamin keamanan kedua belah pihak.

(nsid/dy)