NON STOP – Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat untuk mendorong upaya pemberdayaan perempuan dan anak perempuan, yang merupakan kelompok paling terkena dampak kesehatan, ekonomi dan kemanusiaan akibat pandemic COVID-19 melalui dialog para pemimpin perempuan.
Menurut keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Selasa, dikatakan bahwa Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri dan Menteri untuk Perempuan Australia, Marise Payne, akan menyelenggarakan Southeast Asia Dialogue of Women Leaders pada 18 Maret mendatang.
“Dialogue akan berkontribusi pada promosi berkelanjutan atas kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dan anak perempuan di Asia Tenggara dan Australia,” ujar Retno.
Pertemuan yang akan diselenggarakan secara virtual itu akan dihadiri oleh lebih dari 30 pemimpin dan tokoh terkemuka perempuan dari Asia Tenggara dan Australia, yang berasal dari latar belakang professional, budaya, dan akademis yang beragam.
Acara tersebut akan membahas dampak pandemi terhadap perempuan dan anak perempuan, serta mendiskusikan usulan ide kerja sama untuk para pembuat kebijakan di kawasan, serta diharapkan dapat melengkapi dan memperkuat upaya serupa yang sedang dilakukan di forum-forum regional dan internasional lainnya seperti PBB, G20, dan ASEAN.
Adapun keterangan tertulis Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia menyebut bahwa kedua Menteri berkomitmen untuk melindungi hak perempuan dan anak perempuan.
“Menteri Payne dan Menteri Marsudi memahami dampak kesehatan, sosial, kemanusiaan, dan ekonomi yang signifikan dari krisis COVID-19 di Australia, Indonesia, dan kawasan yang lebih luas, termasuk dampak yang tidak proporsional terhadap perempuan dan anak perempuan,” demikian Kedubes Australia.(*)
Editor : Ibnu
Sumber : ANTARA













