SUMUT  

63 Lansia di Binjai Terima Bantuan Atensi dari Kemensos

63 Lansia di Binjai Terima Bantuan Atensi dari Kemensos
Foto : Dinas Sosial Kota Binjai Salurkan Bantuan Untuk Lansia Dari Kemensos. (istimewa)

NON-STOP.ID | Sumut – Sebanyak 63 warga lanjut usia (lansia) di Kota Binjai menerima Bantuan Atensi Lansia Tahun 2025 yang disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Sentra Darussa’adah Banda Aceh. Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Dinas Sosial Kota Binjai pada Jumat (19/9/2025).

Bantuan ini diberikan setelah para penerima manfaat lolos tahap asesmen, validasi, serta verifikasi yang dilakukan pendamping rehabilitasi sosial.

Baca Juga : 

Proyek Galian Pipa di Binjai Jadi Sorotan, Pekerja Tidak Pakai APD dan Rambu Peringatan Sengaja Diabaikan

Acara penyaluran turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Binjai, Triono Julimawardi, S.Sos., M.AP., bersama Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Muli Sembiring, S.Sos., serta Ketua Pokja Lansia Sentra Darussa’adah Kemensos, Rina Fahyuni.

Apresiasi Pemkot Binjai

Dalam sambutannya, Triono menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemensos terhadap lansia di Binjai.

“Atas nama Pemerintah Kota Binjai, kami mengucapkan terima kasih kepada Kemensos melalui Sentra Darussa’adah yang telah menyalurkan bantuan ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan kesejahteraan sosial sesuai ketentuan peraturan perundangan, di antaranya UU RI Nomor 6 Tahun 1974 tentang Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial, PP Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, serta Permensos Nomor 9 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada SPM bidang Sosial.

Komitmen Lanjutkan Program Sosial

Lebih lanjut, Triono menuturkan bahwa Pemkot Binjai akan terus berupaya memberikan manfaat bagi Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), baik melalui program yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi Sumut, maupun APBD Kota Binjai.

“Semua ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia,” pungkasnya.

(nsid/dy)