SUMUT  

Unjukrasa di Gedung Kejaksaan Agung GEMUK Desak Kejagung Copot Kejari Karo

Unjukrasa di Gedung Kejaksaan Agung GEMUK Desak Kejagung Copot Kejari Karo
Massa Gemuk saat unjukrasa di depan gedung Kejaksaan Agung. (Ist/Posmetro)

NON STOP – Gerakan Masyarakat Untuk Kemakmuran Karo (GEMUK) unjukrasa di Kejaksaan Agung RI Jalan Bulungan Kebayoran Baru pada Kamis, (21/07) mulai pukul 10.00 WIB.

Aksi tersebut dilaksanakan di pintu masuk Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang tergabung dengan masyarakat dan elemen mahasiswa Karo.

“Ratusan massa Gemuk menyampaikan aksi ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta berharap Kajari Karo beserta antek nya segera dicopot dari bukti-bukti yang sudah diserahkan dan disampaikan,” ujar Robinson Purba bersama Heriko Sembiring, ST, dan Monas Nazarius Ginting S.Sos., selaku koordinator aksi dan penanggung jawab aksi.

Melalui orasinya, Monas Nazarius Ginting, S.Sos., dan Heriko Sembiring, ST, mengatakan copot Kajari Karo atas tindakan yang telah dia lakukan. Selamatkan Tanah Karo dari kinerja Buruk Kajari Karo.

“Kami sampaikan kepada anggota Komisi 3 DPR RI, terkhusus kepada Hinca Panjaitan yang kemarin pernah dimasa kampanyenya mengatakan untuk selalu siap menegakkan keadilan agar hukum tidak tumpul ke atas dan tajam kebawah. Maka di kesempatan ini kami mohon kepada Hinca Panjaitan agar mendengarkan suara kami pak. Turun dan lihat lah pak,” teriak Monas dan Heriko.

Martin Silitonga dalam orasinya meminta Kepala Kejaksaan Agung Burhanuddin agar menindak tegas Kejari Karo.

“Jika Kajari Kabupaten Karo tidak dicopot maka kami minta Bapak Kajagung untuk mundur. Kami dari Gemuk Karo berjanji akan mengorganisir semua masyarakat Karo di Indonesia agar mendesak Kajagung mundur,” tegasnya.

Pihak Kejagung melalui Puspenkum Herman Purwoko menyampaikan permintaan pengunjukrasa sudah diterima dan akan disampaikan kepada Kejagung.

Penanggungjawab aksi Robinson Purba dan Koordinator Lapangan Heriko Sembiring mengatakan jawaban yang mereka terima dari Puspenkum Kejati juga sama. “Jika tidak ada hasil, kami sudah mosi tidak percaya pak,” jelasnya.

Herman menjawab mereka beda dengan Kejati. “Tunggu aja hasilnya seminggu ini, Kejagung bukan Kejati,” jelasnya.

Tampak di lokasi puluhan aparat Kepolisian dari Polda Metro Jaya terlihat berjaga-jaga dan mengelilingi massa untuk melakukan pengamanan. (edi)

Editor : Ibnu