Puluhan ribu orang padati Gedung Serbaguna Pemprovsu di acara Ikrar Merajut Keberagaman Nusantara. Kegiatan ini bertujuan menjalankan komitmen sebagai organisasi masyarakat yang mengambil syiar agama Islam dalam bingkai kebangsaan, kegiatan suku dan budaya.
JBMI berkomitmen menjaga kesatuan bangsa, meningkatkan literasi budaya, keislaman dan kebangsaan, demi terwujudnya indonesia yang kuat dan tangguh.
Ketua Umum Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) H. Arif Rahmansyah Marbun, mengatakan, untuk merajut keberagaman dengan semangat Pancasila dan spirit Dahlihan Na Tolu untuk nusantara.
JBMI berkomitmen menjaga kesatuan bangsa, meningkatkan literasi budaya, keislaman dan kebangsaan, demi terwujudnya indonesia yang kuat dan tangguh.
Pj Gubernur Sumatera Utara Mayjen TNI (Purn) Hassanudin mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dirinya mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya ikrar yang dihadiri langsung Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma’ruf Amin beserta istri Hj.Wury Estu Handayani Ma’ruf Amin.
“Keberagaman tidak menjadi perbedaan dan batas antara kita, namun harus menjadi pemersatu atas perbedaan, saling menghormati, menghargai bagi kita sesama anak bangsa,” tuturnya.
Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan merajut keberagaman nusantara bertepatan dengan hari pertama pendaftaran presiden dan wakil presiden yang akan dipilih mendatang. “Ikrar ini di buat demi menjaga ke keutuhan bangsa dari beragam suku dan budaya yang ada di bumi Indonesia,” ucapnya.
Menurutnya, tantangan Indonesia saat ini adalah dampak negatif dari teknologi sehingga luntur nilai-nilai leluhur yang menjadi identitas nilai berbangsa.
“Masyarakat masih banyak belum mengerti tentang kebebasan dan berekspresi di ruang publik, sehingga masih banyaknya terjadi berita hoax di media sosial. JBMI harus proaktif sebagai penjaga NKRI , rawat nilai-nilai luhur pancasila, NKRI serta kesatuan dan persatuan nasional,” pesan Wapres RI.
- Reporter : Dani
- Editor: Ibnu













