SUMUT  

Pj Wako Tebingtinggi Paparkan Pengalaman Program Unggulan Eco UMKM

Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi SSos MTP berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait inovasi unggulan Pemko Tebingtinggi di Jakarta, Rabu (15/03/2023).(Bekti/NON-STOP.id)
Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi SSos MTP berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait inovasi unggulan Pemko Tebingtinggi di Jakarta, Rabu (15/03/2023).(Bekti/NON-STOP.id)

NON-STOP.id-Pj Wali Kota (Wako) Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi SSos MTP berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait inovasi unggulan Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi, yaitu “Eco UMKM Untuk Tebingtinggi Sejahtera”.

Dimiyathi menyampaikan pengalaman itu melalui Lesson Learned Webinar Series yang digelar dari Kantor Direktorat APEKSI, Rasuna Office Park III, Komplek Rasuna Epicentrum, Jalan Taman Rasuna Selatan, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/03/2023).

Disampaikan Dimiyathi, bahwa Produk inovasi unggulan “Eco UMKM” Kota Tebingtinggi dilatarbelakangi dari dukungan Pemko Tebingtinggi dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional melalui UMKM.

Harapannya dapat berdampak pada peningkatan kapabilitas dan sustainability UMKM, sehingga diharapkan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM.

“Jadi Eco UMKM ini sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Tebingtinggi dalam mewujudkan pemulihan ekonomi nasional,” jelas Dimiyathi.

“Dari situ kita menggandeng masyarakat untuk berkolaborasi menciptakan dan mengembangkan produk-produk inovasi yang bahan dasarnya dapat diperoleh dari lingkungan sekitar, yang mudah ditemui di sekitar kita,” sambungnya.

“Sehingga dari produk-produk yang dihasilkan masyarakat (pelaku UMKM) diharapkan dapat membantu perekonomian para pelaku UMKM,” tambahnya.

Pemko Tebingtinggi memiliki beberapa produk inovasi Eco UMKM.

Di antaranya, Eco-Batik, Eco-Print, bioflok limbah perikanan darat yang bisa digunakan sebagai pupuk cair bahan pertanian, dan budidaya pisang kepok keling yang sekarang sudah ekspor ke negara Malaysia dan diretail di Kota Tebingtinggi.

Lebih lanjut dijelaskan Dimiyathi, Eco UMKM ini memiliki dampak pembangunan berkelanjutan Kota Tebingtinggi terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM.

“Ada peningkatan penghasilan untuk pelaku Eco UMKM ini, sebelum adanya dukungan dari pemerintah kota (dari tahun 2017 – 2019) kalau kita hitung rata-rata penghasilan perbulan untuk pelaku UMKM Eco Print 2,75 juta/bulan, bioflok ikan 3 juta/bulan dan keripik pisang 4 juta/bulan,” ungkap Dimiyathi.

“Namun, setelah kita (Pemko Tebingtinggi) turut mendukung dan ambil bagian untuk pengembangan inovasi ini, penghasilan rata-rata pelaku UMKM mengalami peningkatkan, yang mana penghasilan UMKM Eco Print menjadi 6,5 juta/bulan, bioflok ikan 8 juta/bulan dan keripik pisang 13 juta/bulan,” lanjutnya.

Dijelaskan Dimiyathi, adapun peningkatan penghasilan pelaku UMKM tersebut dikarenakan adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah kota, stakeholder terkait dan pelaku UMKM.

“Seperti, bentuk dukungan dalam melakukan promosi dan sosialisasi bantuan permodalan,” tutur Dimiyathi.

Dimiyathi mengaku akan tetap berkomitmen untuk tetap mendukung program pemulihan ekonomi nasional melalui pelaku UMKM di Kota Tebingtinggi.

“Kita berkomitmen dengan beberapa OPD menganggarkan UMKM ini. Hal ini yang terus kami kembangkan dan majukan. Dengan demikian kemitraan dengan masyarakat dapat kami lakukan dengan baik, kolaborasi untuk memajukan daerah kita masing-masing,” sebutnya.

Melalui kegiatan ini, Dimiyathi berharap dapat menginspirasi masyarakat dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia untuk tetap berinovasi guna mendukung program pemulihan ekonomi nasional.

“Semoga melalui kegiatan ini masyarakat di tanah air dapat terinspirasi untuk mulai menciptakan inovasi-inovasi baru guna mendukung pemulihan ekonomi nasional kita,” harap Dimiyathi.

Dalam paparannya, Pj Wali Kota Tebingtinggi didampingi Kepala Bappeda Suheri Damanik, Kadis Kesehatan Muhammad Iqbal, Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian dan Kabag Pemerintahan Ramadhan Barqah Pulungan.

Kegiatan ini digelar APEKSI bersama dengan PT Surveyor Indonesia.

Tujuannya untuk pemerintah kota seluruh Indonesia sebagai wadah sharing dan pembelajaran dari pemenang program “Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) For Cities Tahun 2022 kepada peserta I-SIM for Cities.

APEKSI bersama dengan PT Surveyor Indonesia pada tahun 2022 telah menginisiasi program Rating dan Awarding SDGs untuk Pemerintah Kota, yaitu “Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Cities”.

Program yang juga mendapat dukungan dari Kementerian PPN/ Bappenas melalui Sekretariat Nasional SDGs ini merupakan gerakan inisiatif dalam meningkatkan integrasi, sinergi dan kolaborasi multistakeholders dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Penyerahan penghargaan dari BAPPENAS terhadap program I-SIM for Cities ini telah dilakukan di awal Desember 2022, dengan menetapkan tiga pemenang utama dan 3 pemenang harapan untuk kategori pemerintah kota.

Dimana Pemerintah Kota Tebingtinggi meraih penghargaan terbaik ke-2 dari 74 Pemerintah Kota se-Indonesia.(*)

REPORTER: Bekti

EDITOR: Hendri