Pemkab Tapsel Fokus Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat

Pemkab Tapsel Fokus Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat
Image Source : ANTARA

NON STOP – Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat menuju Tapsel yang lebih maju sesuai yang termaktub Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026

“semua pihak baik unsur eksekutif, legislatif dan masyarakat harus memahami tentang prioritas tahun pembangunan ini di Tapanuli Selatan,” kata Wakil Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan, Rasyid Assaf Dongoran yang dihubungi melalui selulernya, Senin.

Terkait hal tersebut, ia menyebutkan sebagai wakil bupati, dirinya patuh pada UU 23 Tahun 2014 yang menekankan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Termasuk di dalamnya ada perintah tentang tugas dan kewajiban Wakil bupati yang berdiri sendiri tanpa diminta yakni tugasnya untuk memberikan saran kepada bupati, sementara untuk hal lain adalah bersifatnya jika diminta.

“Sementara kewajiban saya sebagai Wakil Bupati sesuai Undang Undang dan Peraturan adalah menjaga kehidupan demokrasi dan azas-azas penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan,” katanya.

Ia mengatakan, Tahun 2022 adalah tahun yang memiliki thema atau fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat menuju Tapsel yang lebih maju. Setiap tahun kita punya thema dan fokus yang dirangkai menjadi 5 tahun atau di sebut RPJMD 2021-2026 , dan ini merupakan kesepakatan Eksekutif & Legislatif .

“Semua pihak perlu tahu dan faham akan tugas masing masing sehingga antara semua stakeholder pembangunan mengerti tentang ini. Untuk teman- teman pers, Saya percaya telah tahu ini dan perlu disosialisasikan kepada rakyat dan kita terbuka untuk mempelajari RPJMD ada dokumennya itu,” katanya.

Ketika ditanya seputaran apa ukuran kerja pada Thema tahunan tersebut, Rasyid Assaf Dongoran mengatakan bahwa itu semua ada dalam RPJMD lengkap tersebut.

Itu sebagai rujukan mereka membuat Rencana Strategi (RESTRA) OPD , kalo Mereka tidak faham berarti Mereka tidak akan bisa membantu Kepala Daerah mencapai Visi & Misi yang telah di terjemahkan.

” Saya yakin Mereka mengerti dan hafal luar kepala untuk target 2022 ini, namun akan aneh bila mereka tidak tahu target kerja tiap tahun sesuai .” ungkap Rasyid

” Saudara insan pers ingin tahu,silahkan dapatkan RPJMD 2021-2026 , itu hak publik untuk mengetahui dan membacanya, baca pelan-pelan dan pada tabel disana, dalam dokumen itu ada target Kualitatif dan Kuantitatif untuk pencapaian tahunan bagi setiap OPD,” tambahnya.

Ketika ditanyakan mengenai Target 2022 ini terkait dengan pendanaan, ia mengatakan bahwa sumber pendanaan pembangunan dapat berasal dari APBDes, APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN dan Pihak Swasta , dan disebut dengan Kolaborasi Pembangunan, dan ini semua dibawah kendali kepemimpinan bupati.

Bupati tentunya sudah menjalankan proses kepemimpinan yang tepat untuk mencapai target itu. Apalagi kepala Dinas (OPD) rata-rata sudah senior yang tentunya sudah faham bagaimana cara Kerja dan cara pencapaian target yang dapat dihitung secara angka dan dampak.

Misalnya, lanjut dia, OPD Dinas Perkim. Target mereka rumah layak huni itu 730 rumah atau setara 20 persen dari total rumah tangga yang ada di Tapsel berdasarkan data BPS 2022, dll

Kemudian OPD Ketahanan Pangan yakni 7 Ton atau setara 0,5 dari Slot Cadangan Pangan Propinsi di Tahun 2022. Ini dihitung dari PP 17 tahun 2015 dan UU 18 tahun 2022 sebagai rujukan penetapan Cadangan Pangan bagi Kab/Kota, dan lain sebagainya, dan indikator capaian lainnya yang harus dicapai tahun ini.

” Nanti lah kita diskusikan. Saya akan ajak teman-teman stakeholder pertemuan tiga jam per bulan yang akan kita mulai bulan depan. Karena anda insan Pers adalah salah satu ujung tombak pembangunan melalui pemberitaan, kalau sosialiasi tecapai maka rakyat dan pemerintahan lokal punya semangat dan vibe yang sama , maka capaian pembangunan tahunan berpotensi tercapai dengan baik.

Instrumental menuju partisipasi publik akan bagus, transparansi pembangunan akan terjadi dan akuntabilitas akan semakin terjaga.

Semua, kata dia, boleh bicara dan kritis atas pembangunan, tapi kita membangun daerah pakai mekanisme, prosedur , azas tata kelola, kepemimpinan, terutama kita semua memahami dan mau belajar bahwa setiap tahun ada ukuran Capaian Tahunan, dan Dampak , runut semua dari turunan Visi kepada Misi , Indikator dan Sub Indikator,

“Seperti yang tadi saya katakan, nantilah tiap bulan kita diskusi informal, pakai dokumen resmi, jangan pakai “ninna tu ninna” dijadi rujukan. Bisa jadi fitnah dan kacau nantinya, Kita usahakan jangan dulu menduga duga atau berprasangka buruk atas kerja orang lain, lihat dan pelajari apa itu positif baru beri penilaian.

Di akhir pembicaraan, ia menyebutkan bahwa dirinya akan berangkat ke Jakarta bertemu Kementerian Sosial terkait konsultasi dan diskusi dengan Pusdatin Kemensos mengenai Bansos dan lainnya.

“Dengan terpaksa kita akhiri dulu dan nanti kita bicarakan lagi. Assalamualaikum. jawabnya ramah dan menutup Telpon,” katanya.(*)

Editor : Ibnu
Sumber : ANTARA