PERUMAHAN WEB

Pemdes Banyumas Tak Sanggup, Remaja Masjid & Ibu Perwiritan Kompak Gerebek Lokasi Prostitusi

Aksi ibu-ibu perwiritan melakukan penggerebekan tempat maksiat, Jumat (5/7/24) di Dusun III Payalompong, Desa Banyumas, Kecamatan Stabat, Langkat. (NON-STOP)

NON-STOP.id – Puluhan warga melakukan penggerebekan rumah maksiat yang berlokasi di Dusun III Payalompong, Desa Banyumas, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumut, Jumat (5/7/24) sekitar pukul 16.30 WIB.

Sangking geramnya, warga yang terdiri dari ibu perwiritan Al Hidayah dan remaja masjid itu turun gunung, kompak membongkar (merobohkan) bangunan teras yang berada di lokasi maksiat.

Desas desusnya, salah satu lokasi maksiat yang digerebek warga milik oknum ASN Pemkab Langkat.

“Ada perumahan di jadikan tempat prostitusi, karaoke dan minum-minum (alkohol), sebelahnya ada tembak ikan (judi) itu di wilayah Banyumas. Tapi, ada satu lagi karaoke dan minum masuk wilayah Perkebunan Kuala Bingei,” sebut warga yang enggan namanya disebut.

Ia menjelaskan, sebelumnya pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Banyumas telah menyurati tempat maksiat itu. Namun, tak ada tanggapan dari pihak terkait.

Lalu, remaja yang tergabung dalam organisasi Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) se-Kecamatan Stabat mencoba melakukan rekonsiliasi pada pihak terkait agar menutup tempat tersebut pada Sabtu (1/6/24).

Namun, aksi itu tak membuat pihak terkait menutup lokasi maksiat tersebut hingga membuat geram warga dan melakukan aksi penggerebekan yang didominasi oleh ibu-ibu perwiritan Al Hidayah.

“Tadi baru di gerebek sama ibu-ibu perwiritan, orang yang punya tempat itu di usir ke kampung halamannya, cuma kurang tahu aslinya mana,” imbuhnya.

Kepala Dusun III Desa Banyumas, Zakaria mengatakan penggerebekan itu dilakukan ibu perwiritan dan remaja masjid.

“Secara tiba-tiba, ibu-ibu perwiritan menggerebek tempat itu, sekitar habis ashar. Sebelumnya juga anak remaja masjid juga (melakukan penggerebekan) Sabtu malam Minggu (lalu),” ungkap Zakaria.

Ia mengaku sempat mendapat laporan lokasi maksiat itu. Lalu, mengingatkan secara lisan untuk tutup.

“Setengah tahun lalu saya dapat laporan warga, kita coba ingatkan secara lisan untuk tutup, ya cuman bandel tadi,” sebutnya.

Ia mengatakan sudah hampir berjalan setahun tempat tersebut beroperasi. Semala ini upaya yang dilakukan perangkat Desa mengingatkan hingga menyurati pemilik tempat itu untuk tutup.

“Sudah kami surati yang di tanda tangani, Kades, Babinsa, Babinkamtibmas, Camat, Warga, Remaja Masjid, semua tanda tangan untuk menutup tempat itu,” tuturnya.

“Cuman ya masih buka gitu loh, secara lisan, secara surat sudah kita upayakan untuk di tutup, ya cuman buka aja. Kalau uda ibu-ibu yang turun nggak bisa bilang lagi kita,” pungkasnya.(*)

Reporter: MA Santoso
Editor: Ibnu