NON-STOP – Angka kasus Covid-19 di Medan meningkat tajam. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Medan, angka kasus konfirmasi positif per 1 Februari mencapai 88 kasus.
Untuk itu, akumulasi kasus konfirmasi hingga hari ini tercatat mencapai 48.452 kasus sementara angka meninggal dan sembuh masih stagnan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Taufik Ririansyah mengatakan pihaknya terus meningkatkan tracing dan testing kontak erat pasien Covid-19.
“Memang saat ini angka kasus Covid-19 di Medan meningkat. Hampir setiap hari petugas kita melakukan tracing dan testing. Seperti tadi malam kita langsung lakukan tracing kontak erat usai ditemukan kasus dan tentunya dengan peningkatan saat ini tracing akan kita giatkan lebih kuat lagi,” ujar Taufik, kemarin (2/2).
Taufik menuturkan saat ini pihaknya juga tengah fokus memetakan zonasi wilayah berdasarkan kondisi sebaran kasus Covid-19.
Menurutnya, saat ini hanya ada beberapa kecamatan saja di Kota Medan yang tidak masuk ke zona kuning.
“Kemudian kita akan lihat di PPKM nanti apakah ini menjadi area-area yang akan kita tandai apakah dalam satu kecamatan itu ada lingkungan-lingkungan yang statusnya zona kuning, antara empat sampai lima rumah yang ada anggota keluarga terkonfirmasi positif,” katanya.
Namun, sayangnya, Taufik tidak menyebutkan detil berapa wilayah saat ini yang memiliki status zona kuning dan merah.
“Belum pasti angkanya, cuma saat ini hanya ada beberapa kecamatan saja yang tidak masuk, sisanya kuning,” kata dia.
Taufik menjelaskan mayoritas penyumbang angka kasus positif adalah orang yang bepergian ke luar kota.
“Sisanya adalah pelaku perjalanan, dan juga orang gejala ringan yang memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
Taufik mengimbau warga Medan tetap menerapkan protokol kesehatan dan 5 M atau mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, memakai masker, dan mencuci tangan.
“Imbauan kita yang paling penting 5M ini sudah mulai lemah. Tidak ada yang lebih penting dari 5M, dan jangan berpergian ke luar negeri kalau tidak sangat-sangat mendesak,” pungkasnya. (lia)













