NON-STOP.ID | Jakarta –Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait nasib Budi Arie Setiadi yang terseret reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto. Mantan Menteri Koperasi dan UKM itu dicopot bersama empat menteri lainnya dalam perombakan kabinet yang digelar pekan ini.
Jokowi menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif presiden yang sedang menjabat, sehingga dirinya tidak bisa ikut campur dalam keputusan tersebut.
“Itu kewenangan presiden, hak presiden. Saya tidak bisa berkomentar lebih jauh karena memang itu hak presiden,” ujar Jokowi saat ditemui wartawan di Jakarta.
Baca Juga : Kursi Menpora Kosong, Golkar Siap Ajukan Nama “Calon Kuat” Jika Diminta Presiden
Mantan Gubernur DKI itu juga menampik kabar bahwa dirinya sempat dimintai saran oleh Prabowo sebelum perombakan kabinet. Jokowi menyebut, ia lebih banyak berada di Solo dan tidak terlibat dalam proses politik di lingkar kekuasaan.
“Tidak, tidak. Itu hak prerogatif presiden. Saya di Solo terus, tidak ada komunikasi soal reshuffle,” tegasnya.
Pertemuan dengan Budi Arie Masih Direncanakan
Meski dicopot dari kursi menteri, Budi Arie yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Projo (Pro Jokowi) disebut masih memiliki hubungan baik dengan Jokowi. Presiden memastikan bahwa dirinya berencana bertemu langsung dengan Budi Arie dalam waktu dekat.
“Belum ketemu, tapi nanti pasti ketemu,” kata Jokowi singkat.
Reshuffle Prabowo Jadi Sorotan
Reshuffle Presiden Prabowo Subianto ini menjadi sorotan karena mencopot sejumlah menteri yang memiliki kedekatan dengan Jokowi. Selain Budi Arie, ada empat nama lain yang ikut digeser. Langkah ini memicu spekulasi politik, termasuk soal arah hubungan Prabowo dengan kelompok relawan Jokowi ke depan.
Pengamat menilai, keputusan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Prabowo ingin menegaskan otoritasnya dalam kabinet, tanpa bergantung pada bayang-bayang kekuasaan lama.
Loyalitas Relawan Diuji
Budi Arie selama ini dikenal sebagai motor penggerak relawan Jokowi melalui organisasi Projo. Pencopotannya dianggap sebagai ujian loyalitas politik di tengah transisi kepemimpinan nasional.
Baca Juga : Media Asing Sorot Pergantian Menkeu Sri Mulyani Ke Purbaya Yudhi
Meski demikian, Jokowi menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati penuh setiap keputusan yang diambil Presiden Prabowo, dan mengajak semua pihak untuk menjaga stabilitas pemerintahan.
“Yang penting kita sama-sama mendukung pemerintahan agar berjalan baik,” pungkas Jokowi. (nsid/dy)













