PERUMAHAN WEB

Flu Burung Terdeteksi di Peternakan Ayam di Utara Prancis

Flu Burung

NON-STOP.ID – Prancis telah mendeteksi virus flu burung yang sangat patogen di peternakan ayam di utara negara tersebut. Hal itu dilaporkan oleh Kementerian Peternakan Prancis.

Dilansir AFP, Sabtu (27/11/2021), pihak berwenang mengatakan mereka belum mengidentifikasi jenis virus tersebut. Merespons hal itu, peternakan akan menyembelih ayam.

Kementerian Peternakan Prancis juga mengatakan bahwa mereka akan mendisinfektan peternakan itu untuk mencegah penyebaran penyakit.

Wabah tersebut mengikuti beberapa wabah di antara peternakan ayam di Eropa dan Asia dalam beberapa pekan terakhir sebagai tanda virus menyebar dengan cepat lagi.

Beberapa kasus yang parah telah terdeteksi di Prancis pada bulan lalu di antara unggas halaman belakang dan juga burung liar. Hal itu mendorong pemerintah untuk memberlakukan kawanan unggas disimpan di dalam ruangan.

Gelombang besar virus musim dingin lalu membuat pihak berwenang memusnahkan lebih dari 3 juta bebek di wilayah pengembangbiakan bebek barat daya yang dikenal sebagai penghasil foie gras pate.

Wabah ini dapat mendorong negara-negara pengimpor, terutama di Asia, untuk memberlakukan pembatasan perdagangan pada produk unggas.

Mereka juga meningkatkan kekhawatiran di kalangan ahli epidemiologi karena virus dapat ditularkan ke manusia, terutama ketika dunia perlahan pulih dari pandemi COVID-19.

Awas! Menyebar di Eropa dan Asia
Sejumlah wabah flu burung yang parah di Eropa dan Asia telah dilaporkan dalam beberapa hari terakhir ke Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE). Ini sebagai tanda virus flu burung kembali menyebar dengan cepat.

Seperti diberitakan kantor berita Reuters, Selasa (16/11/2021), penyebaran  yang sangat patogen, biasa disebut flu burung, telah membuat industri unggas waspada setelah wabah sebelumnya menyebabkan pemusnahan puluhan juta ekor unggas. Wabah ini juga sering menyebabkan pembatasan perdagangan.

Wabah ini juga menarik perhatian para ahli epidemiologi karena virus tersebut dapat ditularkan ke manusia. China telah melaporkan 21 infeksi pada manusia dengan subtipe H5N6 flu burung sepanjang tahun ini, lebih banyak dari keseluruhan tahun 2020.

Korea Selatan melaporkan wabah flu burung sebuah di peternakan berisi sekitar 770.000 ekor unggas di Chungcheongbuk-do. Demikian dilaporkan OIE pada Senin (15/11), mengutip laporan dari pihak berwenang Korea Selatan. Semua hewan kemudian dimusnahkan.

Juga di Asia, Jepang melaporkan wabah pertamanya pada musim dingin 2021, di sebuah peternakan unggas di timur laut negara itu, kata OIE, membenarkan pernyataan pekan lalu oleh Kementerian Pertanian Jepang. Serotipe wabah ini adalah H5N8.

Di Eropa, kata OIE, Norwegia melaporkan wabah flu burung H5N1 di wilayah Rogaland pada 7.000 ekor burung.

Wabah umumnya terjadi pada musim gugur, disebarkan oleh burung-burung liar yang bermigrasi.(deco/red)