Dituding Cemari Lingkungan, PT SPT Angkat Bicara

Pihak PT SPT memberikan keterangan atas tuduhan pencemaran lingkungan

NON-STOP.id – Manajemen Perusahaan PT Sawit Panen Terus (SPT), angkat bicara terkait tudingan pencemaran lingkungan yang belakangan ini terjadi di Subulussalam, Aceh.

Klarifikasi atas tuduhan pencemaran lingkungan itu disampaikan langsung oleh M. Yasir, selaku Manajer PT SPT. Dia mengatakan, kehadiran PT SPT di Kota Subulussalam merupakan investasi untuk memajukan perekonomian masyarakat.

“Kita membuka lapangan pekerjaan sampai ratusan karyawan. Areal PT SPT sudah bersertifikat final (SHM). Karena itu, tidak mungkin ada SHM di lahan hutan,” kata Yasir, Sabtu (11/5).

“Jadi narasi pengrusakan hutan itu salah besar, karena areal yang dibuka oleh PT SPT memiliki status areal penggunaan lain (APL),” tambah Yasir.

Terkait sungai, sebutnya, tidak terdapat sungai besar di lahan Singgersing penghubung air terjun Silangit. “Sungai di lingkungan perumahan karyawan kami di Pondok 1 Namo Buaya cendrung kena dampak air keruh dari hulu. Sehingga kami sering tekor air bersih, artinya kami malah menjadi korban dampak kekurangan air,” tuturnya.

Kemudian, sambungnya, setiap hujan air di sungai menjadi keruh, sehingga air keruh ini akan sangat subjektif bila dituduhkan kepada PT SPT.

“Kami juga sudah hampir dua bulan tidak membuka areal baru. Adapun yang membuka lahan di Desa Singgersing saat ini bukan hanya PT SPT, tetapi banyak pemain lain yang membuka lahan di sana,” bebernya.

Yasir menyebutkan, sebanyak 20% areal PT SPT tetapi dilestarikan atau tidak dibuka sebagai perkebunan. Area itu dijadikan penyangga untuk tempat hidupnya margasatwa.

Lebih lanjut dikatakannya, terkait tuntutan masyarakat perihal air keruh, PT SPT sudah meminta kepada pihak desa maupun Kemukiman Batu-batu agar mengundang PT SPT turun bersama ke lapangan.

“Kita juga berharap dapat melakukan survey langsung secara bersama. Sehingga penyebab keruhnya Air Terjun Silangit-langit dan dampak lingkungan lainnya diketahui secara pasti. Tapi sampai saat ini undangan tersebut belum kami terima,” tegasnya.

Yasir menambahkan, jika ditinjau dari sisi letak geografis, Air Terjun Silangit-langit memiliki jarak yang cukup jauh dari lahan PT SPT. Sehingga survey ke lapangan sangat tepat dilakukan untuk memastikan darimana, apa saja dan siapa saja yang menjadi penyebab keruhnya air terjun itu.

“Jika ada penanganan lebih lanjut dan diketahui apa sebabnya, maka dengan bersama-sama kita kembali melestarikan lingkungan. Kami tentunya tidak akan menutup mata terhadap pelestarian lingkungan dan PT SPT sangat bersedia untuk pelestarian lingkungan sejauh itu disesuaikan dengan prosedur,” ucap Yasir.

Diketahui, pihak PT SPT rutin melakukan bantuan sosial (bansos) seperti penyaluran beras ke masjid dan gereja, bantuan beras saat hari Raya Idul Fitri, bantuan hewan qurban sapi dan kambing saat Idul Adha serta bantuan pembuatan sumur bor di Kecamatan Sultan Daulat yang merupakan bagian dari kepedulian PT SPT terhadap masyarakat setempat.

  • Editor : Ibnu
    Reporter : Dani