NON-STOP – Tim pemenangan advokat millenial pasangan Azwir Agus – Hermansyah Hutagalung (AMAN) menggelar nonton bareng debat kandidat calon ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Medan periode 2022 – 2027, yang digelar melalui virtual, di HH Warkop Medan, Kamis (3/2).
Sementara debat kandidat calon ketua DPC Peradi Medan, berlangsung di Hotel Adimulia Medan, yang dimulai sejak pukul 09.00 – 13.00 wib. Debat kandidat tersebut merupakan tahapan akhir menuju pemilihan ketua PERADI Medan pada 12 Februari mendatang.
Pada nobar tersebut, ratusan advokat millenial dari berbagai perguruan tinggi di kota Medan tampak antusias mendengarkan penyampaian visi dan misi para kandidat. Termasuk saat pemaparan kandidat pasangan AMAN menyampaikan paparannya.
Koordinator advokat milenial pemenangan pasangan AMAN, Riko Goncalwes Sirait mengatakan, dukungan terus mengalir dari para advokat muda. Sampai saat ini, sejumlah 250 advokat dari berbagai alumni perguruan tinggi di kota Medan siap memenangkan pasangan AMAN.
“Kami terus menyolidkan para advokat milenial di berbagai perguruan tinggi untuk pemenangan AMAN. Kita terus membuka diri bagi para advokat untuk bergabung, demi cita – cita bersama pasangan Azwir – Hermansyah memajukan Peradi Medan,” ucap Riko.
Andri William perwakilan dari Alumni milenial Universitas Darmawangsa mengatakan, mereka siap mendukung pasangan Azwir – Hermansyah Hutagalung bisa menang sebagai pengurus Peradi.
“Harapan kita supaya bisa mengayomi para advokat di Medan ini. Penekanan dalam visi misi tadi adalah pembelaan kepada anggota. Kita di bidang hukum ada perlindungan sebagai advokat sesuai UU nomor 18 tahun 2003,” kata Andri.
Sementara koordinator millenial alumni fakultas USU menegaskan, siap mendukung AMAN karena memiliki visi dan misi yang juga berpihak dan peduli terhadap advokat millennial, salah satunya pada pengembangan pendidikan para advokat. “AMAN juga mendukung advokat millennial untuk mengembangkan diri di bidang pendidikan, contoh di bidang keilmuan yang lain. Seperti kurator, bahasa dan lainnya,” ujarnya.
Sementara Andi Rizaldi dari UII Yogyakarta juga siap mendukung semua program Azwir – Hermansyah jika terpilih sebagai pengurus Peradi Medan. “Kami mendukung penuh Azwir-Herman menjalankan programnya. Kami utuh memberikan dukungan,” kata Andi.
Kemudian mewakili Alumni millenial Hukum UMSU, Nano Eka Yudha, mengaku sudah mengumpulkan data 100 orang untuk memilih pasangan AMAN. “Kami yakin mereka bisa mengayomi seluruh advokat baik millenial maupun semua,” kata Nano.
Koordinator dari Alumni HKBP Nommensen Julianto Sidabutar juga optimis Azwir – Hermansyah dengan pengalaman yang sudah matang bisa membawa perubahan besar bagi Peradi Medan, dan membangun kebersamaan dalam menyelesaikan masalah hukum di tingkat masyarakat ke bawah.
“Ada sekitar 150 orang siap mendukung dengan harapan dan visi misi yang jelas dan teruji dengan beberapa kali rekan-rekan kita bermasalah di kepolisian bisa kita bantu. Selain itu berkolaborasi menyelesaikan permasalahan di tingkat masyarakat kurang mampu. Kita harapkan bisa membenahi Biro Bantuan Hukum Peradi Medan lebih baik,” kata Julianto.
“Setelah mengikuti program kerja seluruh kandidat, kami mendukung AMAN karena program kerja mereka dan sepak terjang mereka dalam organisasi sudah tinggi. Pengalaman sebagai mantan ketua Ikadin juga sangat dibutuhkan,” timpal Dodi Siagian, koordinator dari kampus UNIKA Santo Thomas Medan.
HARMONISASI DAN SINERGITAS
Sementara pada debat kandidat calon ketua DPC Peradi Medan diikuti 4 pasangan calon. Calon ketua PERADI Medan nomor urut 4, Azwir – Hermansyah, berkomitmen akan meningkatkan kualitas advokat sesuai amanah UU advokat. Menurut Azwir, seorang advokat harus memiliki integritas tinggi sebagai ciri khusus dari profesi yang dijalani. Selain itu, PERADI juga harus mengedepankan harmonisasi dan sinergitas yang baik dengan lembaga penegak hukum, universitas, dan organisasi advokat lainnya.
“PERADI harus bisa menjalin kerja sama dengan lembaga profesi lainnya, kemudian universitas dan fakultas. Termasuk menjalin harmonisasi dan sinergitas dengan penegak hukum lainnya,” ucap Azwir.
Dikatakan Azwir, salah satu cara yang ditempuh untuk meningkatkan marwah, harkat, dan martabat advokat adalah melalui PERADI yang menjadi satu satunya lembaga organisasi advokat yang tetap eksis hingga saat ini. Maka, sesuai dengan saran dan masukan para advokat senior dan didukung advokat millenial dengan visioner tinggi, Azwir bersama Hermansyah akan mendorong terbentuknya kepengurusan PERADI di setiap kabupaten dan kota.
“Kami juga akan terus mendampingi seluruh advokat yang tersandung masalah pidana di kepolisian maupun melanggar kode etik profesi. Ketua peradi dan jajaran pengurus harus melindungi anggota, apapun perbuatannya. Tentunya dengan azas praduga tidak bersalah sebelum adanya putusan pengadilan dan kode etik dari dewan kehormatan,” kata Azwir. (ril/ros)













