Jaksa Jovi Dipenjara Lantaran Fitnah Pegawai Kejari Tapsel ‘Pacaran Pakai Mobil Atasan’

NM saat berdiri di hadapan puluhan pendemo, Senin (26/8/24) yang berkumpul di kantin Mapolres Tapsel.(Istimewa)

NON-STOP.id – Isak tangis mengiringi pengakuan korban pencemaran nama baik, NM saat ia berdiri di hadapan puluhan pendemo yang berkumpul di kantin Mapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), Senin (26/8/2024) siang.

Dihadapan pendemo dan didampingi Kapolres Tapsel AKBP Yasir Ahmadi, NM seorang pegawai tata usaha Kejari Tapsel tak kuasa menahan emosinya saat mengenang tuduhan (fitnah) yang dilontarkan Jaksa Jovi melalui media sosial.

Akibatnya Jovi kini dikurung di jeruji besi (penjara/rumah tahanan) Mapolres Tapsel sejak lima hari lalu.

Tuduhan tersebut pertama kali diterima wanita berparas cantik itu (NM) melalui sebuah pesan WhatsApp yang dikirimkan rekannya seorang staf di bagian pidana umum Kejari Tapsel.

Pesan itu berisi screenshot postingan Instagram yang diunggah oleh akun @Joviandreeabachtiar.

Dalam postingan itu, Jovi menuduh NM menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, termasuk untuk berpacaran.

Tuduhan ini diperparah dengan bahasa kasar yang menuduh NM melakukan tindakan tidak senonoh, hingga memicu perasaan malu dan tertekan yang mendalam pada diri NM.

Kehadiran NM di depan massa bukan hanya sekadar bentuk keberanian, tetapi juga sebuah langkah mencari keadilan atas nama dirinya yang merasa telah difitnah di hadapan publik.

Tangisnya pecah ketika ia menceritakan bagaimana tuduhan tersebut menyebar luas dan merusak reputasinya, baik di lingkungan kerja maupun di kalangan masyarakat.

“Saya sangat dirugikan atas postingan Bang Jovi terhadap saya. Kemarin juga sudah dilakukan mediasi antara saya dan Bang Jovi, tetapi pihak keluarga saya tidak terima,” ucap NM terisak di hadapan pendemo.

Tak hanya di Instagram, ternyata Jaksa Jovi juga memposting tuduhan serupa di akun TikTok-nya, dengan narasi yang lebih kasar dan menyudutkan.

“Pacaran pakai kendaraan sendiri, jangan pakai kendaraan dinas apalagi mobil dinas pimpinan!” tulis Jovi di TikTok yang sekarang akun tersebut tidak terlihat lagi.

NM berharap agar kasus ini tidak hanya berhenti di meja kepolisian, tetapi juga menjadi pelajaran bagi siapapun yang dengan mudahnya menyebarkan fitnah di dunia maya (medsos).

“Saya dikatakan ani-ani (simpanan pria tua hidung belang) atas postingan tersebut, saya dikatakan simpanan atas postingan Bang Jovi tersebut dan banyak kerugian lainnya,” ungkapnya kesal.

“Seperti kedua orang tua saya kecewa melihat postingan tersebut. Saya mohon tetap akan dilanjutkan (proses hukum),” pinta NM mengakhiri sambil mengusap air mata di pipinya.(*)
Reporter: Agung P
Editor: Riyan