SABU di Babalan Langkat Marak, Warga Banyak Kemalingan, Minta Bandar Ditangkap

Diduga praktek jual beli narkoba jenis sabu di pondok pondok yang telah disiapkan, brelokasi di Simpang Jalan Baru Securai Utara, tepatnya dibelakang bengkel, dikelola HG. (NON-STOP)

NON-STOP.id – Narkoba jenis sabu diduga kuat peredarannya marak di Desa Securai Utara, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Membuat masyarakat resah dan berang, khawatir dampak buruk bagi keberlangsungan masa depan generasi muda.

Saat ini keresahan dan kekesalan warga sudah di puncak, pasalnya kebebasan beredarannya narkoba memicu peningkatan tindak kriminal, terkhusus pencurian.

Warga Babalan sekitar meminta tindakan tegas Kapolres Langkat memberantas dan menangkap badar sabu yang selama ini dinilai bebas bergerak.

Seperti diungkap salah seorang warga Securai, Jumat (28/6/24), maraknya penjualan narkoba jenis sabu di daerahnya hingga aktif 24 jam.

“Sudah parah kali peredaran narkoba di kampung ini, seperti di Dusun II Securai Pasar,” ungkap warga yang meminta identitasnya disembuyikan itu.

Menurutnya, warga sekitar semuanya telah mengetahui badar sabu di Babalan dikelola dua bandar besar inisial HG dan RN.

“Mereka memakai kaki tangan pengedar (bawahan) lainnya untuk menjual barang haram ini,” ucapnya.

Diketahui, penjualan narkoba dilakukan di pondok-pondok yang mereka (bandar) buat sebagai lapak bertransaksi dengan penjagaan bergantian.

Lokasinya seperti di Simpang Jalan Baru Securai Utara, tepatnya dibelakang sebuah bengkel, dikelola HG.

Lalu di samping pabrik getah yang sudah tutup, lokasi ini berada di Dusun II Securai Pasar, dikelola oleh RN.

“Rapi kali mainnya bang, semua sudah terkoordinir dengan baik, kita harap peredaran narkoba ini dapat diberantas sampai ke akar-akarnya,” pungkasnya.

Senada, seorang Kepala Dusun Desa Securai Utara mengatakan, dampak maraknya peredaran narkoba berimbas pada tingginya kasus pencurian.

Diketahui dari banyak warganya yang melaporkan kehilangan barang berharga, peralatan rumah tangga hingga hasil perkebunan.

“Banyak warga yang melapor kemalingan, dari kehilangan kendaraan, handphone, tabung gas, mesin air, tandan (buah) sawit bahkan tandan pisangpun hilang di curi,” paparanya.

“Ini terjadi pasca maraknya peredaran narkoba,” tambahnya saat ditemui di Kantor Desa Securai Utara.(*)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Ryan