NON-STOP.ID | Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap sekitar Rp425 triliun dana pemerintah mengendap di Bank Indonesia (BI). Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu penyebab sulitnya masyarakat mencari pekerjaan dalam 1-2 tahun terakhir.
Dana pemerintah yang “nganggur” itu akan dipindahkan ke bank swasta untuk diputar, mendorong pertumbuhan kredit dan lapangan kerja, sekaligus memaksa mekanisme pasar bekerja lebih efisien.
Purbaya menegaskan BI mendukung langkah ini dan tidak akan menyerap kembali dana tersebut.
Langkah ini bukan hal baru, Purbaya menyinggung pengalaman di era Presiden Jokowi, saat pertumbuhan uang beredar (M0) stagnan hingga ekonomi melambat. Ia menilai, stagnasi ini juga memicu demonstrasi besar-besaran beberapa waktu lalu.
Menurut Purbaya, 90 persen ekonomi Indonesia digerakkan oleh permintaan domestik, sehingga pengendapan uang secara signifikan mempengaruhi sektor riil dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber dana yang mengendap di BI antara lain Sisa Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembayaran Anggaran (SiLPA). Jika percobaan pertama berhasil, strategi ini akan direplikasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih luas. (nsid/dy)
Sumber CNN Indonesia













