NON-STOP.id – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Langkat H.Syah Afandin SH pimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-27 Tingkat Kabupaten Langkat, bertempat di Halaman Kantor Bupati Langkat, Selasa (2/5).
Bertindak selaku perwira upacara Kabag Tapem H.Surianto,S.Sos dan komandan upacara Kabag Adm Pembangunan David Helgod Pardede,S.IP, M.SP.
Plt Bupati Langkat pada kesempatan itu mengatakan, selama 3 tahun terakhir perubahan besar terjadi mulai dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia.
“Sebanyak 24 episode merdeka belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hajar Dewantara yaitu pendidikan yang menuntun bakat minat dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat,” ucapnya.
Menurut Afandin, peserta didik sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri. Para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikannya sekarang dapat menggunakan data asesment nasional di platform rapor pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan.
“Mari kita semarakkan hari ini dengan semangat untuk meneruskan perwujudan merdeka belajar. Mendidik generasi pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter dan membawa Indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan,” sebutnya.
Selain memperingati Hari Pendidikan Nasional, lanjut Afandin, juga memperingati hari otonomi daerah ke-27. “Setiap tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Otonomi Daerah dalam rangka memasyarakatkan dan memantapkan pelaksanaan Otonomi Daerah,” kata Syah Afandin.
Tujuan otonomi daerah, ungkap Afandin, pada hakekatnya adalah pemberian sebagian besar kewenangan konkuren yang diberikan kepada daerah, dengan dilaksanakannya otonomi daerah sistem pemerintahan yang awalnya pada masa orde baru bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Namun bukan merupakan desentralisasi penuh melainkan desentralisasi sebagian.
“Kita semua berharap agar apa yang menjadi tujuan otonomi daerah sebagaimana filosofi pembentukan dapat terwujud di semua daerah,” harapnya. (*)
- Reporter: Dani
- Editor: Ibnu













