SUMUT  

Penderita Stunting di Binjai Capai 93 Jiwa

Sekretaris Dinas Kesehatan Binjai, dr Indra Tarigan. (Dani)

NON-STOP.id – Kasus stunting atau gangguan perkembangan tumbuh tinggi pada anak yang diakibatkan gizi buruk, masih cukup tinggi di Kota Binjai.

Kepala Dinas Kesehatan Binjai dr Sugianto melalui Sekretaris dr Indra Tarigan, Selasa (27/12), menyebutkan, hingga saat ini jumlah penderita stunting mencapai 93 jiwa.

Dijelaskannya, gangguan perkembangan pada anak memiliki beberapa sebab yang dimulai dari faktor ekonomi, sanitasi yang kurang mendukung, dan pola asuh anak.

Untuk menekan angka stunting ini, sebut dr Indra, Pemko Binjai mengerahkan semua OPD untuk bergerak. “Seperti kami dari Dinkes, memberi makanan tambahan minimal 1 bulan penuh kepada setiap anak penderita stunting,” ucapnya.

Selain dari Dinkes, lanjutnya, pemberian makanan tambahan juga dibantu pihak kecamatan yang tersebar di Kota Binjai. “Semua anak yang stunting juga diberikan jaminan kesehatan nasional dalam bentuk kartu KIS,” ungkapnya.

Berkaitan dengan sanitasi, sambung dr Indra, ditindak lanjuti oleh Dinas PUPR dan Perkim. “Dua instansi ini menata rumah dan sanitasi bagi keluarga yang stunting,” paparnya.

Di samping itu, tambahnya, Dinas Sosial memberikan paket sembako bagi anak penderita stunting. “Yang pasti, semua upaya menekan kasus stunting kita ambil dengan melibatkan seluruh OPD,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai, Irwansyah Nasution, menegaskan, balita penderita stunting bukan hanya karena penyebab gizi buruk, namun juga melalui faktor pola asuh dan lingkungan.

Karena itu, kata Irwansyah, pemerintah bekerja sama dengan Baznas untuk membantu masyarakat, salah satunya dengan membuat sumur bor dan melakukan bedah rumah.

Sekdako juga berpesan kepada orang tua balita agar terus memperhatikan dan memberikan asupan makanan bergizi tinggi kepada balitanya. “Kepada orang tua yang anaknya dikategorikan stunting tidak berkecil hati, dan tetap semangat dalam merawat buah hatinya,” ucapnya.(*)

Reporter: Dani
Editor: Ibnu