NON STOP – Sejumlah pekerja tenant di Lapangan Merdeka Medan ketar-ketir setelah tempat usaha kerja mereka dipaksa angkat kaki oleh Pemko Medan.
Para pekerja tenant takut kehilangan mata pencaharian, meskipun dijanjikan akan dipekerjakan di cabang lain.
Menurut pekerja tenant, mereka belum tahu dimana dan kapan akan dipindahkan.
“Atasan berjanji akan menempatkan saya di cabang lain,” kata pekerja tenant, minta namanya tidak dimuat dalam pemberitaan, Kamis (16/6).
Pekerja tenant mengatakan, bisa saja mereka tersingkir dari pekerjaannya yang sekarang. Sebab, di tiap cabang sudah ada pekerja yang mengisi posisinya masing-masing.
“Padahal saya baru bekerja setelah pandemi mereda,” katanya.
Dari amatan, sejumlah pekerja tenant yang ada di Lapangan Merdeka Medan masih ada sebahagian yang bekerja.
Namun, beberapa diantaranya terlihat murung. Mereka duduk melamun menunggu pelanggan di depan tempat usahanya.
Sampai saat ini, Pemko Medan cuma menawarkan lokasi relokasi di Taman Lili Suheri.
Sementara di Taman Lili Suheri hanya lahan kosong saja yang tersedia.Pihak tenant harus membangun lagi tempat untuk memulai usaha di sana.
Karena membangun tempat usaha butuh biaya yang besar, otomatis sejumlah pemilik tenant dikabarkan ragu-ragu untuk pindah.
Pemko Medan dianggap tidak memberikan solusi terperinci menyangkut adanya kemungkinan pertambahan jumlah pengangguran, jika sampai pekerja tenant diberhentikan.
Kendati demikian, masih ada pekerja tenant yang optimis. Satu diantaranya adalah Sharu.
Pekerja di Ram’s Cafe ini mengaku tidak begitu khawatir dengan penutupan tenant. Sebab, perusahaan sudah menjanjikan dirinya akan tetap dipekerjakan, meskipun lokasi tenant dipindahkan dari Lapangan Merdeka Medan.
“Tidak masalah kalau tempat ini ditutup. Kami akan pindah ke cabang,” katanya.
Dia juga mendukung upaya revitalisasi yang dilakukan oleh Pemko Medan.
“Bagus saja kalau mau dikembalikan fungsinya seperti dahulu, yaitu tempat yang bersejarah,” kata Sharu. (*)
Editor : Ibnu













