NON-STOP.id – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2022 resmi bergulir, berpusat di Ballroom Padang Convention Centre, Hotel Truntum Padang, Senin (8/8/2022).
Ada sejumlah agenda berlangsung dalam rangkaian Rakernas Apeksi 2022. Agenda tersebut di antaranya Welcome Dinner, Rapat Pleno, Indonesia City Expo 2022, Youth Changer, City Tour, penanaman pohon, gowes bersama, peresmian tugu Apeksi, Ladies Programme, bersih-bersih pantai, marandang dan membuat teh talua hingga pawai budaya. Rangkaian Rakernas Apeksi ini berlangsung hingga 10 Agustus 2022.
Walikota Binjai Drs H Amir Hamzah MAP bersama Wakil Walikota Binjai H Rizky Yunanda Sitepu STP MP telah hadir sejak agenda welcome Dinner, Minggu (7/8/2022). Turut hadir 95 pimpinan daerah seluruh Indonesia yang menjadi anggota APEKSI.
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan juga turut hadir pada kegiatan yang bertema “Kota Kita Bangkit, Yang Maju dan yang Bersinergi” itu .
Walikota Padang Hendri Sapta selaku tuan rumah acara, menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya Kota Padang sebagai lokasi pelaksanaan Rakernas Apeksi ke XV. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan daerahnya melalui bidang wisata dan kuliner.
“Selamat datang di Kota Padang, perkiraan kami yang hadir dalam acara ini mencapai 5.000 orang,” ujar Walikta Padang.
Menurutnya antusiasme yang besar untuk mengikuti dan menyukseskan agenda Rakernas ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi setiap komponen yang ada di Kota Padang untuk terus membangun kota dengan memberdayakan produk-produk lokal.
Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Bima Arya menegaskan bahwa para walikota memiliki beban yang lebih berat dibandingkan walikota – walikota sebelumnya.
“Kita dituntut untuk bergerak cepat dalam pemulihan ekonomi, dan di saat yang sama kita harus berakselarasi dengan regulasi dan reformasi birokrasi yang harus dijalani,” jelas Bima Arya.
Ia menyebutkan pembangunan harus terus dilakukan, dengan memikirkan dan mempertimbangkan perubahan lingkungan atau climate change dengan memperhatikan pembangunan yang berkelanjutan.
“Jelas ini bukanlah hal yang mudah, ini adalah tantangan yang kompleks bagi kita semua,” paparnya.(*)
- Reporter: M Surbakti
- Editor: Ibnu













