NON-STOP.ID | Jakarta – Pola komunikasi orang tua memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Sayangnya, masih banyak orang tua yang tanpa sadar mengucapkan kalimat berbahaya yang bisa melukai perasaan anak dan memengaruhi psikologis mereka dalam jangka panjang.
Psikolog anak menegaskan, kata-kata negatif yang terucap dari orang tua dapat menurunkan rasa percaya diri anak, bahkan berisiko menimbulkan trauma emosional. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk lebih berhati-hati dalam berbicara.
Berikut beberapa kalimat yang sebaiknya tidak pernah diucapkan pada anak:
1. “Kamu nakal sekali!”
Labeling seperti ini membuat anak merasa identitas dirinya adalah “nakal”. Sebaiknya, orang tua fokus pada perilaku, bukan kepribadian. Misalnya dengan berkata, “Perbuatanmu tadi kurang baik, ayo kita perbaiki.”
2. “Lihat tuh, anak lain lebih pintar!”
Membandingkan anak dengan orang lain bisa menghancurkan kepercayaan dirinya. Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Bandingkan anak dengan dirinya sendiri, bukan dengan orang lain.
3. “Diam saja, jangan banyak bicara!”
Kalimat ini bisa mematikan rasa ingin tahu dan keberanian anak untuk berpendapat. Lebih baik arahkan percakapan, bukan membungkamnya.
4. “Bikin malu saja!”
Ucapan seperti ini menimbulkan rasa bersalah berlebihan dan menghambat perkembangan sosial anak. Kritik boleh, tetapi gunakan bahasa yang membangun.
5. “Terserah kamu, Mama/Papa tidak peduli.”
Kalimat ini memberi kesan bahwa anak tidak penting. Padahal, anak sangat membutuhkan rasa aman bahwa orang tua selalu peduli.
Psikolog klinis anak, dr. Janu Arkam, M.Psi, dalam wawancara dengan Non-Stop.id menegaskan bahwa orang tua harus mengganti kalimat negatif dengan bahasa yang lebih positif dan membangun.
“Anak-anak belajar mengenali dirinya dari apa yang mereka dengar. Kalau yang didengar hanya kritik, mereka akan tumbuh dengan citra diri yang negatif,” ujarnya, Selasa (16/9/2025)
Hal serupa juga ditegaskan dalam panduan American Psychological Association (APA) dan UNICEF Parenting, yang menyebutkan bahwa komunikasi positif dapat meningkatkan rasa percaya diri, keterampilan sosial, serta kesehatan mental anak.
Menjadi orang tua memang tidak mudah. Namun, membiasakan diri menggunakan kalimat positif, memberi apresiasi, dan menegur dengan cara yang tepat akan membantu anak tumbuh dengan rasa percaya diri, mandiri, dan sehat secara emosional.
(nsid/dy)













